Friday, January 16, 2015

Penaku menari mencoretkan
Puisi sebuah kelukaan
Gurindam jiwa
Cinta dan air mata
Di kamar hati ini
Masih ada yang sembunyi
Kenangan yang tak mampu 
Ku lemparkan jauh

Penaku menari melakarkan
Gambar kesayuan masa silam
Tinta bersulam biru
Warna kerinduan
Berkaca jernih ingatanku
Biarpun dikau telah jauh
Dari pandanganku

Manisnya pertemuan
Pahitnya perpisahan
Segala kini tidak dapat 
Untukku bahasakan

Semua kini kaku
Tiada  lagu merdu
Setiap madah baris kata
Bukan lagi untukmu
Kini berteman sepi
Kini ak sendiri
Suka dan duka
Dalam meniti gelombang
Kembara panjang

Jauh melangkah pergi
Tidak menoleh lagi
Kenangan silamku 
Tinggal tertulis kini
Di dalam sebuah puisi

Manisnya pertemuan
Pahitnya perpisahan
Segala kini tidak dapat untukku bahasakan

Penaku menari membariskan
Puisi sebuah pengalaman 
Gurindam jiwa cinta dan air mata
Di kamar sepi ini
Titisan membasahi
Dan aku tidak tahu
Pada siapakah untukku luahkan


No comments:

Post a Comment